Masih ingatkah kita dengan berita tentang “Walid Lombok ?”, ya beberapa bulan yang lalu Lombok di guncang dengan berita tentang pelecehan seksual yang di lakukan oleh guru terhadap muridnya dilingkungan pesantren yang ada di daerah kita, cerita ini tidaklah menjadi buah bibir sekali ataupun dua kali, mungkin hal ini acap terjadi di sekitar kita, namun banyak juga yang masih tabu untuk menceritakan akan hal yang mereka alami.
Berangkat dari keresahan itulah, peristiwa tersebut ditangkap dan di jadikan film yang bisa menjadi kewaspadaan kita Bersama, untuk saling menjaga sanak keluarga dari kejahatan pelecehan seksual yang kapan saja biasa menimpa .
Film tersebut mengangkat isu perempuan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari kedua tokoh perempuan NTB Ibu Wakil Gubernur “ Dinda” dan juga Ketua Tim PKK Provinsi NTB ibu “Shinta”.yang pada waktu itu hadir secara langsung dan menonton film karya jurusan PSPT SMKN 2 Kuripan. Yang di Putar di Bioskop Local Cinema Mataram Mall, 4 Mei 2025 lalu.
Film ini menceritakan sosok Ayu, seorang gadis yang kehilangan figur ayah dari kecil dan tinggal bersam bibinya, di dalam pencarian jatidirinya justru harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang yang ia percaya seperti orangtua sendiri malah membuatnya terpuruk.
“Yang ada pada hari ini saya bangga. Kalau selama ini kita selalu mengedepankan kita bangga dengan hasil karya anak Indonesia, hari ini rasanya bangga kita menyebut, kita bangga dengan hasil karya anak-anak Nusa Tenggara Barat,” ungkap Wakil Gubernur Indah.
Ia juga menyoroti keterlibatan perempuan dalam proses produksi film ini sebagai sesuatu yang membanggakan. Sebagian besar kru film adalah perempuan, yang menurutnya menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas dan potensi besar di bidang kreatif.
Wagub Indah berharap film ini bisa menjadi sarana edukasi masyarakat NTB terhadap isu-isu perempuan, khususnya dalam mendorong keberanian perempuan untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapi.
“Karena hari ini masih banyak kasus-kasus yang tidak bisa terungkap karena masih adanya rasa takut dan tidak ada ruang yang nyaman untuk mereka bercerita dan menyampaikan. Semoga kita semua bisa menjadi sahabat yang baik bagi lingkungan terdekat kita, orang-orang terdekat kita,” harapnya.
Senada dengan Wakil Gubernur, Ketua TP PKK NTB Sinta Iqbal menyampaikan bahwa film “Kukira Teduh” sangat menggugah emosi karena membawa pesan kuat tentang isu-isu perempuan dan anak di NTB.
Selain itu bunda sinta juga menambahkan“Untuk kita juga lebih care ke teman-teman kita, keluarga kita, adik-adik kita jika ada yang mengalami perubahan-perubahan sikap, perubahan-perubahan perilaku, supaya kita lebih aware. Jangan-jangan ada yang di sekitar kita adalah korban. Dan kita punya tugas dan kewajiban untuk membantu,” tutupnya.
Leave a comment